my picture
salju
Senin, 22 Februari 2016
Kamis, 26 Februari 2015
kaya dan miskin
suatu hari, seorang ayah
yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya dalam satu perjalanan
keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana
miskinnya kehidupan orang-orang disekitarnya. Mereka lalu menghabiskan
beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang dianggap si ayah dimiliki
keluarga yang amat miskin.
Setelah kembali dari perjalanan mereka, si ayah menanyai anaknya :
“Bagaimana perjalanannya nak?”.
“Perjalanan yang hebat, yah”.
“Sudahkah kamu melihat betapa miskinnya orang-orang hidup?,” Si bapak
bertanya.
“O tentu saja,” jawab si anak.
“Sekarang ceritakan, apa yang kamu pelajari dari perjalanan itu,” kata
si bapak.
Si anak menjawab :
Saya melihat bahwa kita punya satu anjing, tapi mereka punya empat
anjing.
Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai pertengahan taman kita,
tapi mereka punya anak sungai yang tidak ada ujungnya.
Kita mendatangkan lampu-lampu untuk taman kita, tapi mereka memiliki
cahaya bintang di malam hari.
Teras tempat kita duduk-duduk membentang hingga halaman depan, sedang
teras mereka adalah horizon yang luas.
Kita punya tanah sempit untuk tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh
mata memandang.
kumpulan kisah inspirasi terbaik Kita punya pembantu yang melayani kita,
tapi mereka melayani satu sama lain.
Kita beli makanan kita, tapi mereka menumbuhkan makanan sendiri.
Kita punya tembok disekeliling rumah untuk melindungi kita, sedangkan
mereka punya teman-teman untuk melindungi mereka.
Ayah si anak hanya bisa bungkam.
Lalu si anak menambahkan kata-katanya : “Ayah, terima kasih sudah
menunjukkan betapa MISKIN-nya kita”.
Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas :
Kaya dan Miskin tergantung pada persepsi kita sendiri, bukan pada
penilaian orang lain.
Orang lain yang tampak miskin bagi kita, boleh jadi termasuk kaya
menurut orang lain, atau bahkan mereka sendiri
Kisah diatas mendorong kita untuk selalu melihat perspektif lain…
Satu hari, seorang ayah
yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya dalam satu perjalanan
keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana
miskinnya kehidupan orang-orang disekitarnya. Mereka lalu menghabiskan
beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang dianggap si ayah dimiliki
keluarga yang amat miskin.
Setelah kembali dari perjalanan mereka, si ayah menanyai anaknya :
“Bagaimana perjalanannya nak?”.
“Perjalanan yang hebat, yah”.
“Sudahkah kamu melihat betapa miskinnya orang-orang hidup?,” Si bapak
bertanya.
“O tentu saja,” jawab si anak.
“Sekarang ceritakan, apa yang kamu pelajari dari perjalanan itu,” kata
si bapak.
Si anak menjawab :
Saya melihat bahwa kita punya satu anjing, tapi mereka punya empat
anjing.
Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai pertengahan taman kita,
tapi mereka punya anak sungai yang tidak ada ujungnya.
Kita mendatangkan lampu-lampu untuk taman kita, tapi mereka memiliki
cahaya bintang di malam hari.
Teras tempat kita duduk-duduk membentang hingga halaman depan, sedang
teras mereka adalah horizon yang luas.
Kita punya tanah sempit untuk tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh
mata memandang.
kumpulan kisah inspirasi terbaik Kita punya pembantu yang melayani kita,
tapi mereka melayani satu sama lain.
Kita beli makanan kita, tapi mereka menumbuhkan makanan sendiri.
Kita punya tembok disekeliling rumah untuk melindungi kita, sedangkan
mereka punya teman-teman untuk melindungi mereka.
Ayah si anak hanya bisa bungkam.
Lalu si anak menambahkan kata-katanya : “Ayah, terima kasih sudah
menunjukkan betapa MISKIN-nya kita”.
Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas :
Kaya dan Miskin tergantung pada persepsi kita sendiri, bukan pada
penilaian orang lain.
Orang lain yang tampak miskin bagi kita, boleh jadi termasuk kaya
menurut orang lain, atau bahkan mereka sendiri
Kisah diatas mendorong kita untuk selalu melihat perspektif lain…
link : http://www.kumpulancerita.net/kaya-dan-miskin.html
link : http://www.kumpulancerita.net/kaya-dan-miskin.html
Satu hari, seorang ayah
yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya dalam satu perjalanan
keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana
miskinnya kehidupan orang-orang disekitarnya. Mereka lalu menghabiskan
beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang dianggap si ayah dimiliki
keluarga yang amat miskin.
Setelah kembali dari perjalanan mereka, si ayah menanyai anaknya :
“Bagaimana perjalanannya nak?”.
“Perjalanan yang hebat, yah”.
“Sudahkah kamu melihat betapa miskinnya orang-orang hidup?,” Si bapak
bertanya.
“O tentu saja,” jawab si anak.
“Sekarang ceritakan, apa yang kamu pelajari dari perjalanan itu,” kata
si bapak.
Si anak menjawab :
Saya melihat bahwa kita punya satu anjing, tapi mereka punya empat
anjing.
Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai pertengahan taman kita,
tapi mereka punya anak sungai yang tidak ada ujungnya.
Kita mendatangkan lampu-lampu untuk taman kita, tapi mereka memiliki
cahaya bintang di malam hari.
Teras tempat kita duduk-duduk membentang hingga halaman depan, sedang
teras mereka adalah horizon yang luas.
Kita punya tanah sempit untuk tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh
mata memandang.
kumpulan kisah inspirasi terbaik Kita punya pembantu yang melayani kita,
tapi mereka melayani satu sama lain.
Kita beli makanan kita, tapi mereka menumbuhkan makanan sendiri.
Kita punya tembok disekeliling rumah untuk melindungi kita, sedangkan
mereka punya teman-teman untuk melindungi mereka.
Ayah si anak hanya bisa bungkam.
Lalu si anak menambahkan kata-katanya : “Ayah, terima kasih sudah
menunjukkan betapa MISKIN-nya kita”.
Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas :
Kaya dan Miskin tergantung pada persepsi kita sendiri, bukan pada
penilaian orang lain.
Orang lain yang tampak miskin bagi kita, boleh jadi termasuk kaya
menurut orang lain, atau bahkan mereka sendiri
Kisah diatas mendorong kita untuk selalu melihat perspektif lain…
link : http://www.kumpulancerita.net/kaya-dan-miskin.html
link : http://www.kumpulancerita.net/kaya-dan-miskin.html
Satu hari, seorang ayah
yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya dalam satu perjalanan
keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana
miskinnya kehidupan orang-orang disekitarnya. Mereka lalu menghabiskan
beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang dianggap si ayah dimiliki
keluarga yang amat miskin.
Setelah kembali dari perjalanan mereka, si ayah menanyai anaknya :
“Bagaimana perjalanannya nak?”.
“Perjalanan yang hebat, yah”.
“Sudahkah kamu melihat betapa miskinnya orang-orang hidup?,” Si bapak
bertanya.
“O tentu saja,” jawab si anak.
“Sekarang ceritakan, apa yang kamu pelajari dari perjalanan itu,” kata
si bapak.
Si anak menjawab :
Saya melihat bahwa kita punya satu anjing, tapi mereka punya empat
anjing.
Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai pertengahan taman kita,
tapi mereka punya anak sungai yang tidak ada ujungnya.
Kita mendatangkan lampu-lampu untuk taman kita, tapi mereka memiliki
cahaya bintang di malam hari.
Teras tempat kita duduk-duduk membentang hingga halaman depan, sedang
teras mereka adalah horizon yang luas.
Kita punya tanah sempit untuk tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh
mata memandang.
kumpulan kisah inspirasi terbaik Kita punya pembantu yang melayani kita,
tapi mereka melayani satu sama lain.
Kita beli makanan kita, tapi mereka menumbuhkan makanan sendiri.
Kita punya tembok disekeliling rumah untuk melindungi kita, sedangkan
mereka punya teman-teman untuk melindungi mereka.
Ayah si anak hanya bisa bungkam.
Lalu si anak menambahkan kata-katanya : “Ayah, terima kasih sudah
menunjukkan betapa MISKIN-nya kita”.
Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas :
Kaya dan Miskin tergantung pada persepsi kita sendiri, bukan pada
penilaian orang lain.
Orang lain yang tampak miskin bagi kita, boleh jadi termasuk kaya
menurut orang lain, atau bahkan mereka sendiri
Kisah diatas mendorong kita untuk selalu melihat perspektif lain
link : http://www.kumpulancerita.net/kaya-dan-miskin.html
link : http://www.kumpulancerita.net/kaya-dan-miskin.html
Langganan:
Postingan (Atom)
